Dampak Negatif Pariwisata: Menyebabkan Kerusakan Lingkungan dan Budaya Lokal

Gundana

Apa Dampak Negatif dari Pariwisata?

Pariwisata menjadi salah satu sektor yang sangat penting bagi perekonomian suatu negara. Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa kehadiran pariwisata juga membawa dampak negatif yang perlu diperhatikan. Beberapa dampak negatif dari pariwisata yang umum terjadi adalah sebagai berikut:

1. Peningkatan Polusi

Sektor pariwisata dapat meningkatkan polusi melalui berbagai cara seperti meningkatnya penggunaan kendaraan pribadi, hotel yang menggunakan banyak listrik dan air, serta meningkatnya produksi sampah. Hal ini berdampak pada lingkungan sekitar yang menjadi tidak sehat bagi warga dan hewan.

Contohnya: Sebuah destinasi wisata di Pulau Bali mengalami peningkatan jumlah kendaraan pribadi pada musim liburan. Hal ini membuat pariwisata menjadi faktor peningkatan polusi di lingkungan sekitar.

2. Kerusakan Lingkungan

Dengan semakin banyaknya destinasi wisata yang dibuka, lingkungan alam menjadi semakin terancam dan kerusakan lingkungan dapat terjadi. Hal ini terutama terjadi pada destinasi wisata alam yang seringkali tidak dijaga dan terlalu banyak dikunjungi wisatawan.

Contohnya: Di beberapa kawasan pantai, pohon-pohon pelindung seringkali ditebang untuk membangun bangunan wisata seperti hotel atau resort. Hal ini meningkatkan risiko kerusakan lingkungan dan berdampak pada kehidupan masyarakat lokal yang menggantungkan hidup pada lingkungan tersebut.

3. Tingkat Kriminalitas Meningkat

Kehadiran wisatawan yang banyak dalam satu area dapat meningkatkan tingkat kriminalitas. Hal ini terutama terjadi pada destinasi wisata yang tidak dilengkapi dengan jaminan keamanan yang cukup untuk wisatawan.

Contohnya: Pada musim liburan, destinasi wisata terkenal seringkali menjadi target kejahatan seperti pencurian, penipuan dan tindak kekerasan. Hal ini membuat wisatawan merasa tidak aman dan akan berdampak pada menurunnya jumlah wisatawan yang berkunjung.

BACA JUGA:   Ciri Khas Wisatawan Modern: Photoholic, Pembeli Cendera Mata, dan Narsis di Media Sosial

4. Menurunkan Makna Budaya Lokal

Ketika sebuah destinasi wisata terkenal, budaya lokal yang ada di sana dapat menjadi terpinggirkan dan hilang. Hal ini terjadi ketika wisatawan datang dan memperkenalkan budaya mereka sendiri yang kemudian lebih digemari oleh masyarakat lokal.

Contohnya: Di beberapa tempat, wisatawan seringkali mengadopsi atau menjual budaya lokal dan membuatnya menjadi semacam ‘barang’. Dampaknya adalah budaya lokal menjadi lebih eksotik dan bisa membuat orang-orang asing menjadi tertarik untuk datang, bukan untuk mengetahui atau menghargai budaya lokal.

5. Overcrowding (Kepadatan Penduduk yang Berlebihan)

Salah satu dampak negatif pariwisata yang sering diabaikan adalah overcrowding atau kepadatan penduduk yang berlebihan. Ini terjadi ketika terlalu banyak wisatawan yang datang ke satu tempat pada saat yang sama, menyebabkan lalu lintas menjadi macet dan lingkungan semakin padat.

Contohnya: Di kota-kota besar, over-tourism dapat menyebabkan kemacetan lalu lintas pada daerah pariwisata maupun jalanan menuju destinasi wisata tersebut.

Kesimpulannya, keberadaan pariwisata memiliki dampak positif maupun negatif yang harus diperhatikan dan diatur oleh pemerintah dan masyarakat setempat. Pemerintah perlu memperhatikan regulasi yang ketat dalam mengelola destinasi wisata agar dampak negatif yang ditimbulkan bisa diminimalisir. Dan sebagai wisatawan, kita juga harus memperhatikan dan menghargai lingkungan serta budaya lokal agar bisa menjadi wisatawan yang bertanggung jawab.

Also Read

Bagikan:

Tags