Info wisata edukasi jogja

Posted on

6. Kalen Edukasi Lupatmo

Kalen edukasi Lupatmo terbentuk atas inisiasi pemuda dusun Manggung, Desa Wukirsari, Kecamatan Imogiri, Bantul, Yogyakarta. Mereka menjadikan kalen (sungai kecil) kampung menjadi sungai wisata edukasi.

Tujuan utama pembuatan wisata edukasi ini sebenarnya untuk menanggulangi banyaknya sampah yang dibuang oleh masyarakat ke dasar sungai. Selain itu, wisata edukasi ini juga diharapkan bisa memberi kemanfaatan kepada warga masyarakat. Disamping itu juga sebagai tempat edukasi bagi anak-anak belajar kepedulian terhadap lingkungan.

Daya tarik tempat wisata edukasi ini adalah setiap sudut sungai di dusun Manggung, telah diubah menjadi beraneka macam warna. Warna-warni yang digoreskan membentuk pola menarik menjadikan sungai kecil di Manggung menjadi lebih hidup.  Selain itu, ribuan ekor ikan yang hidup di sungai kecil itu juga menjadi daya tarik lain dari tempat wisata edukasi ini.

7. De Mata Trick Eye Museum

Apakah Anda ingin menyeberangi jembatan kayu tua di mana Anda dapat menemukan sungai aliran lahar merah di bawah jembatannya, atau ingin mendapatkan bunga dari Sri Sultan HB X, semua aktivitas itu dapat ditemukan di De Mata Trick Eye Museum,

di tempat wisata edukasi ini, pengunjung bisa merasakan sensasi tiga dimensi yang menakjubkan. Selain itu di tempat wisata edukasi ini, pengunjung juga dapat berfoto di depan background yang terlihat begitu nyata. De Mata disebut sebagai trick eye museum terbesar ketiga di dunia. Di sana terdapat 120 gambar tiga dimensi di tempat wisata edukasi yang berlokasi di kawasan XT square Yogyakarta ini.

Kehadiran De Mata Trick Eye Museum di XT square menjadi hal yang baru, unik, dan spektakuler karena merupakan museum trick eye pertama dan satu-satunya di Yogyakarta bahkan di Jawa bagian tengah. Museum ini sangat unik karena menyediakan berbagai gambar yang bertema seperti alam, olahraga, tokoh terkenal, hewan, pahlawan super, romansa, sirkus, berbagai ornamen seni, objek Wisata Taman Sari dan juga tontonan Keraton Yogyakarta

Untuk menikmati daya tarik wisata edukasi di De Mata Trick Eye Museum, Anda harus membeli tiket dengan harga yang bervariasi. Berikut daftar harga tiket De Mata Trick Eye Museum:

– Rp.30.000,- (Weekday mulai dari pukul 10.00-15.00 WIB)

– Rp.40.000,- (Weekend mulai dari pukul 10.00-15.00 WIB)

– Rp.50.000,- (Setiap hari mulai dari pukul 10.00-20.00 WIB)

Anda juga bisa menikmati paket terusan yaitu wisata De Mata Trick Eye, De Arca dan De Walik dengan harga tiket:

– Rp.120.000,- (Weekday mulai dari pukul 10.00-20.00 WIB)

– Rp.140.000,- (Weekend mulai dari pukul 10.00-20.00 WIB)

8. Museum Pendidikan dan Mainan Kolong Tangga

Museum Pendidikan dan Mainan Kolong Tangga atau dahulu bernama Museum Anak Kolong Tangga merupakan tempat wisata edukasi berupa museum mainan pertama dan satu-satunya di Indonesia. Penamaan Museum Kolong Tangga itu sendiri dulunya terletak persis di bawah tangga Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta (TBY) lantai dua yang terletak di Jl. Sriwedani No. 1, Yogyakarta tepatnya di belakang Taman Pintar.

Tempat wisata edukasi ini sempat ditutup di Taman Budaya Yogyakarta sejak Senin, 4 Juli 2017 lalu. Penutupan itu menandai berakhirnya kiprah museum yang menempati ruang kosong di bawah tangga Concert Hall lantai 2 Taman Budaya Yogyakarta sejak 2008.

Sekarang Museum Pendidikan dan Mainan Kolong Tangga masih beroperasi di Sekretariat Sementara Museum Pendidikan Dan Mainan Kolong Tangga terletak di Jalan Tirtodipuran No.26, Mantrijeron, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55143, Indonesia.

9. Kampung Wisata Warungboto

Kampung Wisata Warungboto memiliki banyak potensi baik seni budaya, adat tradisi, kuliner maupun kerajinan. Tempat wisata edukasi ini juga memiliki daya tarik berupa aliran DAS Gajah Uwong sehingga kampung wisata ini juga mengembangkan atraksi yang berbasis sungai yaitu Gethekan susur sungai Gajah Uwong serta River Walk sepanjang bantaran sungai.

Selain itu, Kampung Wisata Warungboto ini juga memiliki situs Bangunan Cagar Budaya Tuk Umbul yang merupakan pesanggrahan kagungan dalem Kraton Kasultanan Yogyakarta yang kini dijadikan ikon dalam kalender event tahunan merti tuk umbul yang dikemas dalam bentuk Sendratari.

Di Kampung Wisata Warungboto ini, pengunjung juga dapat menikmati pertunjukan seni dan budaya berupa seni karawitan, kesenian kethoprak, seni pertunjukan Guyon Maton, Seni Sastra Jawa Mocapat, Seni Tari Klasik dan Tari Garapan, Kesenian Rakyat Jathilan, Kesenian Reog, Kesenian Musik Modern (Band), Seni Keprajuritan Rakyat (Bergodo), dan Seni Musik Keroncong.

Dengan berbagai macam pertunjukan seni dan budaya yang ditawarkan Kampung Seni Warungboto, jelas membuat tempat wisata edukasi ini menjadi sangat ideal bagi Anda yang ingin menambah wawasan tentang seni dan budaya Jawa.

10. Omah Salak

Seperti yang bisa dilihat dari namanya, Omah salah merupakan tempat wisata edukasi berbasis agrowisata yang berfokus pada budidaya tanaman salak. Daya tarik tempat wisata edukasi ini tak lain adalah salak pondohnya yang dikenal sangat enak dan manis.

Di kebun seluas 27 hektar ini, pengunjung bisa menikmati salak dan melakukan beberapa aktivitas seperti menyusuri perkebunan salak, memetik salak, makan-makan, bahkan camping dan outbound. Jenis salak yang terdapat di sini juga beragam seperti Salak Pondoh, Salak Bali, Salak Gading dan sekitar 14 jenis salak lainnya.

Bagi Anda yang berminat untuk mengunjungi Omah Salak, tempat wisata edukasi ini berlokasi Dusun Kenteng, Desa Wonokerto, Kecamatan Turi, Sleman.

Jakarta

Ada beberapa tempat wisata edukasi anak di Jogja yang bisa dikunjungi untuk mengisi liburan. Destinasi liburan semacam ini memiliki manfaat lebih, tak hanya menyegarkan pikiran, tetapi juga menambah pengetahuan.

Bagi kalian yang tengah pulang kampung atau berkunjung ke Yogyakarta selama libur Lebaran dan cuti bersama 2022 ini, detikedu memiliki rangkuman lokasi wisata yang dimaksud. Apa saja?

Deretan Destinasi Wisata Edukasi di Yogyakarta

Mengutip dari sumber resmi masing-masing tempat wisata edukasi anak di Jogja maupun sumber lainnya, simak semua informasinya ya.

1. Taman Pintar Yogyakarta

Mulai dari Science Theater sampai Planetarium, terdapat sepuluh wahana di Taman Pintar Yogyakarta. Tarif untuk masuk ke sana berkisar antara Rp 3 ribu sampai Rp 22 ribu, bergantung usia dan wahana yang ingin dikunjungi.

Misalnya, untuk anak usia 3-7 tahun, tiket masuk ke wahana PAUD adalah Rp 3 ribu. Atau, untuk dewasa semua umur yang ingin masuk wahana Oval-Kotak, tiket masuknya Rp 20 ribu.

Selain menyediakan wahana kunjungan, tempat ini pun menawarkan program kreativitas mulai dari kreasi batik, lukis kaos, kreasi gerabah, dan lukis gerabah. Bagi yang ingin memesan tiket secara online, pihak pengelola menyediakan tempat menu pemesanan di situs resminya.

2. Sindu Kusuma Edupark

Destinasi wisata Sindu Kusuma Edupark berlokasi di Jalan Jambon (Jalan Magelang kilometer 3) Sinduadi Mlati, Sleman. Apabila ingin berkunjung ke taman airnya, kalian bisa datang mulai jam 8 pagi sampai sebelum jam 5 sore.

Sementara, jika ingin mencoba berbagai wahana, kalian bisa datang jam 9 sampai sebelum pukul 5 sore. Jadwal ini berlaku sejak 30 April sampai 8 Mei 2022.

Tempat ini memiliki beberapa miniatur candi populer di Indonesia, contohnya Candi Prambanan. Selain itu, ada juga wahana Omah Batik dan Mainan Tempo Doeloe, serta Omah Musik.

Apabila ingin mencoba berbagai wahana sekaligus masuk ke taman air atau waterpark, terdapat tiket terusan seharga Rp 60 ribu.

3. Kalen Edukasi Lupatmo

Mengutip laman Kalurahan Wukirsari Kabupaten Bantul, tempat wisata ini dulunya adalah sungai yang kumuh dan tercemar. Namun, kini tempat tersebut digunakan sebagai sarana edukasi agar anak-anak belajar soal kepedulian lingkungan.

Kalen Edukasi Lupatmo dicat berwarna-warni di setiap sudutnya sehingga menarik bagi anak-anak. Ketika mulai dibangun, kali atau sungai di Dusun Manggung itu diberi banyak benih ikan, seperti tombro dan nila. Namun, ikan-ikan di sana tidak diperbolehkan untuk ditangkap dengan cara apa pun.

4. Dino Park, Merapi Park

Lokasi wisata Merapi Park pada tanggal 3 Mei 2022 kemarin baru saja melakukan soft opening untuk wahana terbaru mereka, Dino Park. Anak-anak yang menyukai karakter dinosaurus bisa belajar mengenal dinosaurjus sambil berfoto di tempat ini.

Lokasinya sendiri ada di Jalan Kaliurang kilometer 22,5 Sleman. Jika ingin berkunjung, kalian bisa datang mulai hari Senin sampai Minggu pukul 9 pagi sampai sebelum jam 5 sore.

5. Benteng Vredeburg

Selain wisata edukasi kekinian, siswa juga bisa berlibur sambil belajar mengenai sejarah di Indonesia. Salah satunya di Benteng Vredeburg yang lokasinya adalah di sekitar Jalan Malioboro.

Di sana, siswa bisa melihat berbagai miniatur atau diorama peristiwa bersejarah di Indonesia. Setiap diorama juga memiliki keterangan mengenai tempat, tanggal, dan siapa saja yang terlibat dalam peristiwa bersejarah yang ditampilkan.

Itulah beberapa tempat wisata edukasi anak di Jogja yang bisa dikunjungi saat liburan sekolah. Jalan-jalan bisa sambil belajar!

Simak Video “

Tol Cikampek Padat, Contra Flow Diberlakukan


[Gambas:Video 20detik]
(nah/pal)

KOMPAS.com – Siapa tak kenal Kota Yogyakarta. Selain jadi kota pendidikan dan budaya, Yogya juga dikenal sebagai destinasi wisata edukasi dari domestik maupun mancanegara saat liburan sekolah seperti libur akhir tahun saat ini. 

Karena menyandang predikat itu, Yogya punya banyak tempat wisata edukasi yang menarik untuk dikunjungi, terlebih saat liburan sekolah dan libur akhir tahun ini.

Saat dihubungi Kompas.com, Minggu (22/12/2019), Ketua Umum Badan Musyawarah Musea (Barahmus) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Ki Bambang Widodo menjelaskan ada beberapa objek wisata edukasi di Yogya.

Dari sekian banyak objek wisata edukasi, paling banyak didominasi museum. Sebab, museum berfungsi sebagai tempat mengumpulkan, merawat, dan menyajikan serta melestarikan warisan budaya masyarakat untuk tujuan studi, penelitian dan kesenangan atau hiburan.

Baca juga: Menjelajahi Museum Maritim Indonesia, Wisata Edukasi Baru di Jakarta Utara

Dari total 58 museum di DIY, ini dia 7 museum yang paling menarik untuk dikunjungi saat liburan akhir tahun 2019.

1. Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala (Muspusdirla)

Bermarkas di kompleks Pangkalan Udara Adisutjipto, Yogyakarta, museum ini selalu ramai dikunjungi setiap waktu. Paling banyak masih didominasi anak-anak sekolah, pelajar dan masyarakat umum.

Museum ini menyimpan sejumlah foto tokoh-tokoh sejarah serta diorama peristiwa sejarah Angkatan Udara Indonesia. Atau sejumlah pesawat tempur dan replikanya juga ada yang kebanyakan berasal dari masa Perang Dunia II dan perjuangan kemerdekaan.

2. Museum Monumen Yogya Kembali (Monjali)

Monumen Yogya Kembali adalah sebuah museum sejarah perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia. Museum ini berada di Jalan Ring Road Utara, Sariharjo, Ngaglik, Sleman, DIY.

Museum yang berbentuk kerucut ini menyimpan koleksi yang berhubungan dengan sejarah perjuangan bangsa. Ada koleksi pakaian, senjata yang pernah dipakai para pejuang kemerdekaan, relief dan diorama.

3. Museum Benteng Vredeburg

Berada tepat di titik nol km Kota Yogyakarta, museum ini juga sebagai tempat menyimpan koleksi sejarah perjuangan bangsa.

Di museum ini, pengunjung bisa melihat sekaligus belajar tentang sejarah perjuangan bangsa. Sebab, koleksinya ada benda yang benar-benar nyata dulu dipakai perang.

Baca juga: Gunungkidul Argo Technopark, Wisata Edukasi Baru di Gunungkidul

Misalnya senjata, peralatan rumah tangga, naskah, pakaian, peralatan dapur, dan lain-lain. Ada pula koleksi foto, miniatur, replika, lukisan dan masih banyak lagi.

4. Museum Keraton Yogyakarta

Keraton Yogyakarta yang didirikan oleh Sultan Hamengku Buwono I pasca Perjanjian Giyanti pada tahun 1755 ini masih menjadi tujuan favorit bagi wisatawan.

Sebagian kompleks keraton merupakan museum yang menyimpan berbagai koleksi milik kesultanan. Termasuk berbagai pemberian dari raja-raja Eropa, replika pusaka keraton, dan gamelan.

Dari segi bangunannya, keraton ini merupakan salah satu contoh arsitektur istana Jawa yang terbaik, memiliki balairung-balairung mewah dan lapangan serta paviliun yang luas.

5. Museum Gunungapi Merapi (MGM)

Terletak di lereng Gunung Merapi, tepatnya di Desa Hargobinangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman, DIY, museum ini merupakan museum sejarah tentang kegunungapian.

Museum ini juga sebagai perekam jejak gunung api dari tiap letusan tersimpan rapi. Untuk di dalamnya ada sebuah replika sebaran awan panas dari tiga letusan Gunung Merapi, yakni pada tahun 1969, 1994 dan 2006.

Terdapat pula koleksi benda-benda sisa letusan tahun 2006 hingga koleksi foto-foto Gunung Merapi dari zaman ke zaman yang dipajang.

Ada pula panel-panel ilustrasi dengan gambar kartun juga dapat dijumpai dan tentunya ramah bagi anak-anak.

6. Museum History of Java

Museum yang tergolong baru ini memiliki lebih dari 200 benda bersejarah dari berbagai masa. Koleksi benda purba menjadi daya pikat utama museum yang terletak di Jalan Parangtritis Km 5,5 Kecamatan Sewon, Bantul, DIY.

Baca juga: Wisata Edukasi dengan Ribuan Kincir Angin Warna-Warni di Magelang…

7. Museum Taman Pintar

Taman ini memadukan tempat wisata rekreasi maupun edukasi dalam satu lokasi. Taman Pintar memiliki arena bermain sekaligus sarana edukasi yang terbagi dalam beberapa zona.

Akses langsung kepada pusat buku eks Shopping Centre juga menambah nilai lebih Taman Pintar. Tempat rekreasi yang berada di sebelah timur Museum Benteng Vredeburg ini sangat baik untuk anak-anak pada masa perkembangan.

Jika kamu saat ini sedang liburan di Kota Yogya bersama keluarga, maka 7 objek wisata edukasi di atas bisa menjadi pilihan. Untuk mengantisipasi musim liburan akhir tahun Yogyakarta yang cenderung macet maka aturlah waktu sebaik mungkin.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.