Pengklaiman Budaya Indonesia oleh Negara Lain

Xanana Firmansyah

Indonesia adalah negara yang kaya akan budaya. Dari Sabang sampai Merauke, setiap daerah memiliki warisan budaya yang beragam dan unik. Namun, sayangnya, tidak sedikit negara-negara lain yang mengklaim atau menjiplak budaya Indonesia tanpa hak. Fenomena ini dikenal dengan istilah ‘pengklaiman budaya’ atau ‘cultural appropriation’.

Apa Itu Pengklaiman Budaya?

Pengklaiman budaya adalah ketika elemen-elemen budaya dari suatu kelompok diambil dan digunakan oleh kelompok lain secara tidak sah. Hal ini masalahnya bukan pada mengadopsi dari budaya yang berbeda, tapi pada cara pengambilan itu sendiri. Pengambilan yang tanpa izin, tanpa penghargaan atas asal muasalnya, atau tanpa memperdulikan nilai dan maknanya, dianggap sebagai pengklaiman budaya.

Mengapa Pengklaiman Budaya Tidak Baik?

Pengklaiman budaya memperlihatkan ketidakadilan dan ketidakrataan dalam hubungan antar budaya. Hal ini membuat kelompok yang merasa dirugikan merasa marah dan frustasi. Ada beberapa alasannya, diantaranya:

1. Penindasan

Pengambilan yang tanpa izin bisa berarti penindasan terhadap kelompok budaya yang terlibat. Misalnya, musik atau tarian tradisional yang dilakukan oleh kelompok etnis tertentu yang kemudian dihilangkan asal-usulnya dan digunakan oleh kelompok lain yang lebih kuat secara politik atau ekonomi.

2. Kebudayaan yang Dirampas

Pengambilan budaya bisa menyebabkan kehilangan yang signifikan bagi kelompok yang menjadi sumber asal budaya tersebut. Misalnya, tata cara upacara adat yang dianggap sakral dan kemudian diadopsi atau diperdagangkan oleh orang lain, bisa merusak makna yang ada.

BACA JUGA:   Bangunan Cagar Budaya Golongan C Bandung

3. Memperdalam Preservasi

Pengambilan budaya juga bisa memperdalam pemisahan dan perbedaan antar kelompok secara budaya. Dalam beberapa kasus, pengambilan budaya tidak diakui oleh kelompok yang kurang kuat, atau kelompok yang kuat menolak untuk mempertahankan atau memperdalam pemahaman budaya dan preservasi budaya di antara kelompok.

Mengapa Budaya Indonesia Kerap Diambil Tanpa Izin?

Budaya Indonesia memang sangat menarik dan eksotis, kaya akan keanekaragaman dan keunikan. Hal ini membuat negara lain ingin menirunya atau mengambilkannya secara diam-diam. Selain itu, budaya Indonesia juga terkesan mudah diambil dan dimodifikasi, bahkan dihapus asal-usulnya. Hal ini terjadi karena:

1. Tidak Ada Perlindungan yang Memadai

Kelemahan sistem hukum di Indonesia dalam hal perlindungan budaya, mengakibatkan tidak adanya perlindungan yang memadai bagi budaya-budaya Indonesia. Sehingga, budaya Indonesia kerap diambil tanpa izin oleh negara lain dan kemudian digunakan secara liar.

2. Ketergantungan pada Ekonomi Kreatif

Ekonomi kreatif menyoroti berbagai karya dan produk kreatif, termasuk budaya. Dalam ekonomi kreatif, budaya digunakan sebagai bahan produksi dan aset ekonomi. Namun, seringkali asal-usul budaya yang digunakan tidak diperhatikan dan cenderung ‘dipakai’ tanpa memperdulikan atau memberikan apresiasi yang pantas.

3. Kurangnya Kesadaran Warga Negara

Dalam kehidupan sehari-hari, kesadaran akan pentingnya memuliakan dan menghargai asal muasal budaya kadang hilang dari warga negara kita. Hal ini membuat bikin budaya Indonesia kurang dihargai dan kurang dihargai dan kurang dilindungi.

Perlindungan Budaya

Untuk melindungi budaya Indonesia dan mencegah pengklaiman budaya oleh pihak lain, baik dalam skala internasional maupun nasional, diperlukan beberapa upaya, yaitu:

1. Perkuat Perlindungan Hukum

Perlindungan hukum pada budaya-budaya Indonesia perlu diperkuat. Dengan ini, setiap pelanggaran hak cipta terhadap budaya Indonesia dapat diambil tindakan hukum yang tegas.

BACA JUGA:   CAGAR BUDAYA DALAM PERSPEKTIF RITUAL

2. Edukasi

Pendidikan tentang pentingnya melestarikan budaya-budaya Indonesia harus ditingkatkan, baik itu dalam kurikulum sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini sangat penting untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang pentingnya merawat dan menghargai asal muasal budaya Indonesia.

3. Pemajuan Kebudayaan

Untuk memajukan dan melestarikan budaya Indonesia, perlu diadakan festival-festival atau acara yang mendukung pemajuan kebudayaan. Misalnya, acara-acara adat atau festival. Hal ini akan memperkuat kesadaran masyarakat untuk ikut serta dalam melestarikan warisan budaya Indonesia.

Kesimpulan

Pengklaiman budaya adalah salah satu isu yang sangat penting diperbincangkan di Indonesia. Kita harus melestarikan budaya Indonesia dan memperkuat perlindungan hukum atas budaya tersebut, agar dapat mencegah pengklaiman budaya dari pihak lain. Edukasi dan pemajuan kebudayaan juga sangat penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang betapa pentingnya melestarikan budaya Indonesia. Mari kita bersama-sama melestarikan warisan budaya Indonesia untuk masa depan yang lebih baik.

Also Read

Bagikan: