Snorkeling dan Diving: Perbedaan Besar Antar Kedua Kegiatan

Wani Mandasari

Saat berencana untuk liburan ke pantai, aktivitas snorkeling dan diving mungkin akan muncul di dalam pikiran kita. Namun, terkadang kita kurang memahami apa perbedaan diantara keduanya. Terutama bagi pemula, tidak jarang mereka menyangka snorkeling dan diving adalah kegiatan yang sama. Padahal, ada banyak perbedaan berkaitan dengan kedalaman, perlengkapan, dan teknik yang digunakan.

Snorkeling

Snorkeling adalah kegiatan menyelam di permukaan air dengan menggunakan snorkel (selang pernapasan) dan masker. Kegiatan ini biasa dilakukan di kedalaman 1-2 meter dan tidak memerlukan sertifikat khusus. Snorkeling adalah kegiatan yang sangat sederhana dan dapat dilakukan oleh siapa saja, bahkan oleh anak kecil sekalipun. Jika ingin melihat kehidupan laut hanya sekedar untuk ikut serta dan punya pengalaman baru, snorkeling adalah pilihan yang tepat.

Perlengkapan yang digunakan untuk snorkeling pun sangat sederhana, terdiri dari masker, snorkel, dan fins (kaki katak). Bahkan, beberapa resort turis menyediakan alat snorkeling secara cuma-cuma sebagai bagian dari layanan mereka untuk para tamu.

Namun, menjadi tahu agar dapat memilih titik snorkeling yang tepat dan mengenakan perlengkapan yang pas merupakan hal penting dalam melaksanakan aktivitas ini. Sebelum melaksanakan snorkeling, pastikan untuk membaca peraturan yang berlaku pada lokasi tertentu serta memahami kondisi cuaca.

Diving

Berbeda dengan snorkeling, diving adalah aktivitas yang memerlukan sertifikat khusus dan lebih cocok untuk orang yang memang benar-benar menyukai petualangan bawah laut. Ada banyak sekali sertifikasi diving yang bisa dipelajari dan dipraktekkan, mulai dari level pemula hingga ke level yang lebih tinggi. Para penyelam bahkan dapat mencapai kedalaman lebih dari 40 meter.

Selain sertifikat, diving juga memerlukan perlengkapan yang sangat lengkap dan detail. Regulator, tabung oksigen, pelampung, wetsuit, fins, dan banyak perlengkapan lain yang harus digunakan agar penyelam dapat mengeksplorasi dunia bawah laut dengan aman dan nyaman.

BACA JUGA:   Tips Berenang di Kanal Inggris yang Mematikan

Namun, hal tersebut tidak berarti bahwa diving adalah kegiatan yang berbahaya. Dalam kegiatan diving, terdapat banyak sekali panduan keselamatan yang harus diperhatikan supaya tidak berbahaya, salah satunya adalah penggunaan tali pengikat sebagai tanda peringatan dan cara kembalinya ke permukaan air.

Perbedaan

Perbedaan utama antara snorkeling dan diving adalah kedalaman dan perlengkapan yang digunakan. Snorkeling biasanya dilakukan di kedalaman yang dangkal dan tidak memerlukan sertifikat apapun, sementara diving memerlukan sertifikat khusus dan perlengkapan yang sangat detail, bisa melakukan eksplorasi sampai kedalaman 40 meter bahkan lebih.

Namun, keduanya sama-sama aktivitas di bawah air, sama-sama menawarkan pengalaman melihat pemandangan hidup bawah laut yang sangat menarik. Baik snorkeling maupun diving mengharuskan para pesertanya untuk menjaga kebersihan lingkungan dan tidak merusak biota laut.

Tidak peduli pilih snorkeling ataupun diving sebagai kegiatan yang ingin dilakukan, yang terpenting adalah peduli dengan keselamatan, mengenakan perlengkapan yang tepat, serta menghargai bawah air yang indah dengan tidak merusak atau merusakkan lingkungan tersebut.

Kesimpulan

Jadi, perbedaan besar antara snorkeling dan diving jelas terlihat dari kedalamannya dan perlengkapan yang diserupakan. Bagi Anda yang hanya ingin menikmati pengalaman melihat keindahan bawah laut secara sederhana, snorkeling bisa menjadi pilihan yang tepat. Sementara, jika kamu tertarik dengan petualangan di bawah laut dan ingin mengeksplorasi indahnya kehidupan bawah laut, diving bisa menjadi kegiatan yang menarik. Jadi, sudah tentukan aktivitas apa yang akan kamu lakukan di liburan pantai nanti?

Also Read

Bagikan: